Leap Logo

Pengimplementasian IoT Oleh Antares, Memberikan Solusi Penghematan Biaya Pada Bisnis

LP

Leap by Telkom

13 Jun 2023 14.07 WIB

portrait

Pengimplementasian IoT Oleh Antares, Memberikan Solusi Penghematan Biaya Pada Bisnis

Leapers, masih ingat dengan dua artikel terbitan Leap yang membahas tentang Pemanfaatan IoT dan LoraWan serta Perjalanan Internet hingga Teknologi Nirkabel LoRaWAN di Indonesia? Setelah Leapers tahu mengenai keterkaitan antara Internet of Things dan LoRaWAN, kali ini kita akan membahas bagaimana cara kerja Antares, produk digital keluaran Leap, dalam memberikan layanan berbasis IoT dan LoRaWAN.

Sebagai Product and Go to Market Antares IoT Leap Telkom, Simon Surbakti akan menceritakan secara lengkap tentang bagaimana Antares dapat memberikan manfaat kepada masyarakat melalui layanan yang disediakan.

Penjelasan ini lalu dibuka dengan sebuah kalimat penting mengenai cara kerja Antares.

“Antares memang full Internet of Things yang bersifat end to end,” buka Simon. Ia pun melanjutkan, menurutnya, IoT memiliki tiga komponen yaitu device, connectivity, dan platform.

Baca juga: Workflow Antares, IoT dari Leap Telkom

Simon menganalogikan cara kerja ketiga komponen tersebut seperti jam pintar, dengan device yang berperan sebagai jam pintar itu sendiri. Jam pintar dapat mendeteksi detak jantung, kapan tidur nyenyak, serta banyak hal lainnya dengan menggunakan sensor, salah satunya adalah pulse detak nadi di tangan. Ketika bagian tersebut terdeteksi oleh sensor, data mengenai hitungan detak jantung per detik akan muncul di aplikasi ponsel. Hal ini dapat terjadi karena adanya proses transmisi data yang memerlukan komponen connectivity untuk mentransfer data melalui bluetooth ataupun pairing. Sedangkan platform berperan sebagai tempat di mana data tersebut dapat dialirkan.

Cara Kerja Antares

Antares menyediakan solusi end to end dari sisi IoT terhadap berbagai permasalahan bisnis. Sehingga Simon menyebutnya sebagai produk yang bersifat enterprise skala bisnis, yang biasa disebut business to business atau B2B.

Sebagai platform, Antares dijadikan sebagai tempat di mana data-data dikumpulkan, dengan tiga komponennya yaitu platform, connectivity, dan solution. Antares mentransfer data dari perangkat sampai ke platform-nya melalui fungsi connectivity. Sedangkan melalui fungsi solution, Antares dapat mengkombinasikan perangkat, connectivity, dan platform menjadi satu kesatuan.

Ada berbagai jenis connectivity yang mungkin sudah tak asing lagi di telinga banyak orang, seperti bluetooth, wifi, simcard, dan Zigbee untuk standar jaringan mesh nirkabel. Umumnya, bluetooth memiliki jangkauan yang kecil dan penggunaan yang terbatas, seperti untuk pairing ponsel ke audio contohnya. Meski begitu, penggunaan energy cost efficiency-nya sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena bluetooth memiliki coverage yang kecil. Di sinilah Antares berperan menghadirkan solusi yang jauh lebih hemat dan murah melalui penggunaan teknologi Long Range Wide Area Network atau LoRaWAN.

Baca juga: Perkembangan Internet hingga Hadirnya Teknologi Nirkabel LoRaWAN di Indonesia

“LoRaWAN merupakan most value product Antares. Karena di Indonesia sendiri memang belum ada perusahaan yang menggelar jaringan LoRaWAN.Antares, berfokus ke coverage area yang luas dengan cost yang lebih kecil. Sehingga ini menjadi keunggulan utama Antares,” ucap Simon.

Benefit Menggunakan Antares

Menurut Simon, LoRaWAN memberikan setidaknya enam keuntungan. Yang pertama adalah long range. Simon pernah melakukan pengamatan terkait jarak pemancar terdekat LoRaWAN yang didapati menjangkau hingga 30 km, seperti salah satu use case Antares yang dilakukan di Selat Madura, Surabaya.

Yang kedua adalah low cost. Antares memiliki rate per tahun mulai dari 20 ribu per device (sarana komunikasi untuk mengirimkan berbagai data) connected. Hal ini juga disebut langsung oleh Simon. “Jika dibandingkan dengan menggunakan paket data yang misal harganya 50 ribu per bulan, dari sini saja sudah terlihat jelas energy dan cost efficiency-nya, yaitu high capacity, bisa bi-directional atau komunikasi dua arah, tentu saja low cost, dan yang paling penting adalah keamanannya terjamin, secure,” tambahnya.

Yang ketiga yaitu adanya jaminan keamanan. Kominfo telah mensertifikasi Antares untuk menyebarkan LoRaWAN di Indonesia dengan memenuhi syarat dan prosedur yang sudah ditentukan. Salah satunya adalah memiliki infrastruktur di dalam negeri. Banyak produk-produk digital serupa belum tersertifikasi atau memiliki network server yang infrastrukturnya bukan dari Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa Antares jelas memiliki jaringan yang lebih aman.

Yang keempat adalah smart utilities. Sebagai contoh, pemanfaatan Internet of Things (IoT) terhadap pemantauan mesin-mesin pabrik dalam proses manufaktur. Untuk menghindari terjadinya downtime, IoT dapat memberikan peringatan dini yang dapat mendeteksi kondisi mesin.

Baca juga: Mendorong revolusi bisnis dengan solusi IoT Telkom, Antares

Downtime adalah musuh dari setiap tim operasional di pabrik. Jadi, untuk mengejar efisiensi dan efektivitas dari mesin dan hasil produksi IoT ini sangat dibutuhkan. Begitu pula jika pabrik tersebut menghasilkan limbah, maka IoT bisa membantu memonitor apakah limbah tersebut berbahaya dan memberikan rekomendasi penanganan,” ucap Simon.

Yang kelima adalah kemudahan track and trace. Seperti pengiriman logistik dari Jakarta ke Surabaya, contohnya. Simon mengatakan bahwa penggunaan GPS dapat memudahkan kita untuk memantau keberadaan kendaraan yang digunakan dalam proses logistik tersebut. Misal, jika suatu logistik A menjanjikan proses pengiriman barang selama 12 jam dan ternyata proses real-nya justru memakan waktu yang lebih lama, Antares dapat mendeteksi apa yang menyebabkan terjadinya keterlambatan tersebut. Yaitu dengan mengirimkan warning ke para pelanggan logistik. Hal ini tentu dapat membentuk strong point dalam suatu bisnis logistik untuk membangun customer experience.

Simon menambahkan, “kita (Antares) menyarankan monitoring kendaraan-kendaraan logistik agar bisa dipantau keberadaannya. Sebagai contoh, pengiriman logistik Jakarta-Surabaya, mereka janjikan 12 jam barang sampai. Nah, di 5 jam perjalanan kita bisa memantau di mana posisi kendaraan. Misal masih di daerah Cikampek. Dari sini sudah ketahuan kalau tidak mungkin sampai ke Surabaya seperti waktu yang dijanjikan. Jadi, peringatan keterlambatan bisa diberikan ke para pelanggan.”

Yang keenam adalah efektifitas dan efisiensi. Contohnya seperti pada sektor pertanian dan peternakan. IoT dapat mempercepat masa panen yang awalnya 45 hari menjadi 38 bahkan 35 hari.

“Misal pada peternakan ayam, teknologi IoT bisa membuat panen lebih cepat. Dari sebelumnya 45 hari menjadi 35 hari, artinya mereka bisa save 10 hari. Kalau kita lihat masa siklus 35 hari setahun itu ada 12 bulan dan mereka melakukan pembersihan kandang dalam 8 siklus. Sehingga tentu saja ini berpengaruh ke efisiensi dan efektifitas.”

Baca juga: Rangat Indonesia Menjadi Negeri Agraris Modern lewat Smart Poultry

Contoh lain yang diberikan oleh Simon adalah implementasi Antares terhadap perkebunan sawit, yaitu dengan menggunakan IoT sebagai alat untuk memantau teknik pemupukan. Banjir yang rawan terjadi pada perkebunan sawit menyebabkan keperluan penanganan level aliran air menjadi lebih tinggi. Dengan teknologi LoRaWAN Antares, data-data mengenai hal tersebut masuk ke dalam platform agar dapat dianalisa langsung melalui dashboard.

“Dari ekosistem pendidikan pun, Antares memberikan solusi digital dengan pembekalan Lab IoT untuk SMA dan SMK. Di universitas juga ada smart campus yang memiliki gree regulation, seperti yang diterapkan di Universitas Indonesia. Artinya, kampus tersebut diwajibkan menggunakan teknologi sehingga kampus menjadi lebih bonafit, terakreditasi, dan naik scoring level index-nya.”

Selain dari keenam keuntungan tersebut, Antares juga memberikan layanan smart parking system di perumahan, penerangan jalan umum, dan lain-lain.

Solusi Antares

Solusi yang diberikan oleh Antares bersifat end to end, yang cara kerjanya adalah dengan mengawal seluruh rangkaian aktivitas user dari awal hingga akhir. Contohnya seperti pada perusahaan minuman kemasan. Proses produksinya yang berawal dari pengaliran air dari gunung atau sumber mata air hingga dimasukkan ke dalam botol dan dilanjutkan dengan pengemasan, kemudian masuk ke fase counting yang prosesnya menggunakan implementasi IoT di pabrik.

Seluruh proses yang terjadi dalam proses produksi tersebut, mulai dari pembuatan botol, filling air kemasan, hingga ke penutupan botol sampai menjadi produk jadi, dapat dipantau dengan menggunakan teknologi IoT.

Antares saat ini memang sedang mengimplementasikan pembuatan solusi pada pengelolaan air minum, terutama terkait transparansi data.

“Transparansi data menjadi masalah yang cukup penting yang dihadapi customer kami. Selain juga meminimalisir tingkat kebocoran air. Transparansi data ini akan berkaitan dengan customer experience dan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan publik. Jadi, Antares memberikan pemaparan data secara real time, artinya penggunaan data per hari, per menit, dan per jam. Jadi, pengguna bisa memantau bahkan menghitung sendiri biaya yang harus dikeluarkan, pay as you go!,” jelas Simon.

Penjelasan Simon tersebut tentu memberikan pengaruh sosial yang cukup besar. Jika kita berbicara dari sisi ekonomi, masyarakat diuntungkan dengan beban biaya kecil. Pengurangan cost melalui implementasi IoT membuat masyarakat dapat menerima air yang lebih murah.

Antares juga memberikan cost efficiency untuk perusahaan yang mengelola air minum kemasan ini. Adanya teknologi pencatatan digital tentu dapat meningkatkan efisiensi yang cukup tinggi. Di sisi lain, pengelola air minum juga dapat memantau potensi kebocoran.

Pada umumnya, salah satu cara untuk menjaga keseimbangan ekosistem air adalah dengan menghemat air bersih, menjaga bumi, dan memastikan bahwa seluruh makhluk hidup dapat hidup dengan baik. Kenapa? Katakanlah jumlah air tawar di bumi ini sangat terbatas, yaitu hanya sekitar 3% dari total air yang ada. Terlebih, tidak seluruh sumber air tersebut layak untuk dikonsumsi. Di Indonesia, terutama, menurut National Geographic Indonesia tahun 2015 yang bersumber dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebagian besar mutu air sungai sudah dalam kondisi tercemar. Bahkan Indonesia juga telah terprediksi mengalami krisis air di tahun 2025, menurut World Water Forum.

“Dengan memasang sensor Retro Fit ke tiap meteran di rumah pelanggan dan menggunakan jaringan LoRaWAN, maka Antares bisa membantu mengidentifikasi adanya tekanan air yang tidak normal yang mungkin bisa berpotensi kebocoran,” tutup Simon.

Komitmen Telkom dalam menghadirkan produk digital melalui Leap Telkom tidak berhenti hanya di market saja, namun juga memberikan solusi yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Indonesia, serta mendigitalisasi bangsa di tiap ekosistem dan lini kehidupan.

Formulir Pertanyaan