Leap Logo

SMAN 40 Jakarta Tak Lagi Risau Perihal Uji Kompetensi dan Penilaian berkat Solusi Digital Pijar Sekolah

LP

Leap by Telkom

23 Apr 2024 13.24 WIB

portrait

Digitalisasi pada ekosistem pendidikan menghadapi sejumlah tantangan yang cukup kompleks. Tantangan utama dari digitalisasi adalah ketersediaan infrastruktur dan konektivitas. Konektivitas internet yang kuat dapat menopang digitalisasi di sekolah, baik dari sisi manajemen maupun proses operasional. Sebaliknya, jika konektivitas kurang mumpuni, digitalisasi bukan tidak mungkin dianggap sebuah kesia-siaan. Anggapan ini bukan tanpa alasan, sebagaimana yang kita ketahui bahwa internet merupakan pondasi utama dalam mendigitalisasi berbagai sektor. Setidaknya, itulah yang dirasakan oleh SMAN 40 Jakarta.

Institusi pendidikan yang sudah beroperasi nyaris lima dekade, beberapa waktu ke belakang sudah menerapkan Learning Management System (LMS) dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Memang tidak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 mendorong percepatan penerapan digitalisasi, dengan segera SMAN 40 Jakarta pun bergerak cepat. Namun pada perjalanannya, menerapkan digitalisasi pada ekosistem pendidikan di sekolah tidaklah semudah membalik telapak tangan. Meskipun LMS ada, nyatanya SMAN 40 Jakarta masih menggunakan kertas dalam melaksanakan ulangan.

Pelaksanaan ujian secara tertulis atau paper test ternyata menjadi kendala yang cukup berarti. Selain membutuhkan proses panjang dari sisi waktu untuk pengoreksian, konsentrasi guru terbagi juga dengan mempersiapkan materi ajar dan mengajar murid sehari-hari. Sehingga pelaksanaan ujian online dengan otomatisasi hasil nilai sangat dibutuhkan di sekolah. Untungnya, Pijar Sekolah memungkinkan hal tersebut!

Titin Novianti, S.Pd, MM, Kepala Sekolah SMAN Jakarta menyatakan pihaknya bersyukur dipertemukan dengan Pijar Sekolah. Pijar Sekolah merupakan inovasi dan solusi digital yang dihadirkan Telkom untuk ekosistem pendidikan di Indonesia. Menurut Titin, sejak menggunakan Pijar Sekolah tahun 2019 silam, SMAN 40 Jakarta akhirnya bisa melaksanakan Computer Based Test (CBT). Sehingga, ujian bisa dikerjakan di komputer atau perangkat gawai yang tidak memerlukan alat tulis seperti kertas dan pensil.

Berkat Pijar Sekolah, SMAN 40 Jakarta bisa melakukan ujian secara online! Bahkan, Fitur Tugas dan Uji Kompetensi & Penilaian (UKP) yang ada di dalamnya dapat membantu guru dalam memberikan tugas. Sehingga pemberian tugas dan ujian menjadi jauh lebih efektif dan efisien. Seluruh siswa di SMAN 40 Jakarta, sebanyak 717 siswa telah menggunakan aplikasi Pijar Sekolah dan merasakan manfaatnya secara nyata. Selain siswa, orangtua juga dapat mengakses platform dan melakukan pemantauan bersama secara realtime.

Titin begitu menekankan pentingnya kejujuran dalam proses pelaksanaan ujian. Baginya, menjaga nilai akademis siswa adalah sebuah keharusan, tetapi membentuk karakter siswa lebih utama. Titin percaya bahwa kemajuan bangsa di masa depan tidak hanya lahir dari siswa yang bagus secara akademis saja, “Kami menyadari nilai akademis tidak bisa menjadi satu-satunya tolak ukur masa depan siswa, tetapi hal ini sangat penting sebagai pengukuran proses pembelajaran yang telah dilalui. Makanya kami perlu bersungguh-sungguh melaksanakan ujian sekolah dengan sebaik-baiknya. Dalam membentuk karakter siswa, kami menekankan kejujuran di dalamnya dan kami berhasil mengantisipasi kecurangan ujian berkat adanya Pijar Sekolah.”

Vella Antika Yura, salah satu siswa kelas XI merasakan betul kemudahan ujian menggunakan CBT, “Sejak sekolah menggunakan CBT, saya merasa lebih siap menghadapi ujian. Saya tidak perlu khawatir ketinggalan alat tulis, tidak perlu membuat lembar jawaban kotor karena menyilang dan mencoret jawaban yang salah. Dengan CBT saya tinggal click dan undo click saja jika salah. Pokoknya, ujian jadi lebih mudah! Apalagi hasilnya bisa saya lihat segera setelah ujian selesai dilaksanakan.”

Saat ini Pijar Sekolah sudah digunakan oleh lebih dari 7000 sekolah di seluruh Indonesia. Temukan informasi lebih mendalam bagaimana Pijar Sekolah mampu mendigitalisasi ekosistem pendidikan dan berbagai tantangan pada institusi pendidikan yang Anda kelola, di sini!

Formulir Pertanyaan